Senin, 21 April 2014

INVESTASI DI PERUSAHAAN TUHAN

kawan, aku mau cerita tentang kisah sedekah ku hari ini, tadi pagi waktu masuk kelas, anak-anak tsanawiyah pondok pesantren darul hikmah, tak begitu semangat dalam belajar, mereka kelihatan lesu, sebagian terlihat setengah tidur, matanya sayu, kelopak matanya terlihat berat, entahlah apa yang salah?

lalu aku rogohkan dompet hitam lcek di saku belakang ku, aku ambil satu lembar dari beberapa lembar yang aku punya, gak banyak sih cuman 5000 aja, bagi kebanyakan orang itu tak seberapa, bahkan tak punya nilai, tapi bagi anak seumuran kelas satu tsawiyah itu lumayan banyak.
lalu aku ajak mereka bermain dengan membagi mereka jadi 3 kelompok dari 16 siswa, permainanya sederhana, tapi cukup membuat mereka memutar otak dan belajar bagaimana bekerja dalam satu team.
menemukan benda apa saja yang ada di dalam kebun binatang dan di kolam renang lalu mentranslatenya ke dalam bahasa inggris. yang mendapatkan vocab terbanyak ialah juaranya dan berhak atas lima ribu uang yang aku gantung di papan tulis.
mereka terlihat sangat antusias, semua termotivasi dengan uang yang sedang tergantung di depan mereka, tak ada lagi yang kelihatan sayu, semua gergetan, sesekali mereka mengoyak tubuh kawanya yang bertugas menulis, untuk kemudian pendapatnya dimasukkan ke dalam daftar vocab yang di mintak, sedang yang lain merenung menengokan kepala menghadap genteng berharap di sana ia menemukan apa yang menjadi pencariannya.

15 menit waktu yang aku berikan buat mereka berpikir, benar benar mereka manfaatkan semaksimal mungkin, kini waktunya sudah habis, semua kertas masing masing kelompok sudah berada di tangan kananku. saatnya memeriksa hasil dengan melibatkan mereka langsung.
kelas sudah tak terlihat galau lagi, sebagian meneriakan vocabnya masing masing dengan posisi badan setengah berdiri, sebagian lagi merasa kecewa, ketika aku mencoret hasil yang tidak sesuai dengan yang di mintak. hingga akhirnya permaianan pagi itu di menangkan oleh kelompok 3. semua dari mereka bersorak sorai sambil bertepuk tangan. sedang kelompok lain tersenyum malu, tak bisa mendapatkan apa yang menjadi harapan mereka.


kelas pagi itu, aku tutup dengan mengajak mereka membaca alhamdalah, seperti yang lain biasa lakukan. mengakhiri segala kegiatan dengan selalu melafazkan pujian kepada yang maha kuasa.
point yang aku ceritakan hari ini sebenarnya bukan bagaimana membuat mereka semangat belajar di dalam kelas, tapi lebih kepada uang yang aku gantung di papan tulis tadi.
kau tau kawan.? qobla magrib kami seluruh santri dan para guru, mendapatkan undangan acara tujuh hari wafatnya ibu dari salah satu warga di tanak beak. waktu itu tak semua guru bisa ikut, sebagian dari mereka sedang tengah sibuk dengan tugas masing masing dari pondok. entahlah bagaimana tuhan merencanakan semuanya, hingga akulah yang bertugas membimbing mereka.
bersama dengan dua kawan guru lainnya, kami berjlan melangkah tanpa sang roda empat. di akhir acara tuan rumah memberikan amplove yang aku gak tau berapa isinya, karena amplove itu diberikan tak langsung ke tanganku. di tengah perjalanan menuju pulang, perempuan setengah baya yang tadi diberikan amplove lalu memberikan aku sambil berkata " sebagian isi amplove ini akan aku bagikan ke anak-anak pantai asuhan di aula, nah sisanya yang 300.000 ini, silahkan di pakai untuk kepentingan anak anak di pondok tapi gak usah du bagi, karena tak mngkin di bagi dengan jumlah anak sebanyak itu".
aku terkejut, ternyata berinvestasi di perusahaan tuhan memang luar biasa, bayangkan kawan, hanya dengan 5000 yang aku gantung beberapa jam yang lalu, kini tuhan memberikan return 300.000 dalam hitungan jam, belum lagi bonus nasi bungkus yang kami bawa melebihi undangan yang datang. bukankah itu sesuatu yang amzing.
300.000 itu rencana akan aku gunakan untuk membuat mereka lebih semangat lagi dalam belajar, dengan memberikan reward bagi sang pemenang. terima kasih tuhan

Tidak ada komentar:

Man Has Latest NarQwe © 2008 Template by:
SkinCorner