Bagi Mbah
Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan
rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang
sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang. Jam
11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya
mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan,
terlihat sangat terburu-buru.
Ketika
Mbah Sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena
pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia
berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“Wah cepat
sekali. Berapa pak?”
